untuk istri tercintaku…. maafkan suamimu yang hina ini. mungkin dilema ini benar-benar suliit untuk di terima olehmu. tapi ketahuilah… tiada maksud untuk menyakiti atau apapun, seperti yang tampak dari sudut pandangmu. ku tegaskan sekali lagi.. TIDAK SEPERTI YANG TERLIHAT olehmu. dan tak pernah sedikitpun terbersit untuk menyakiti siapapun seperti yang sering kau tuduhkan. hanya saja hidup memang benar-sebuah pilihan. dan dibalik pilihanku itu, terdapat harapan yang benar-benar ku dedikasikan untuk keluarga kita. dan pilihan itu terkandung pula doa dan harapan kita. juga pembelajaran yang terus harus kita gali untuk bisa menjadi lebih baik dalam membangun kedewasaan keluarga. bukan dari sudut pandang yang sempit, seperti yang kita lalui kemarin-kemarin. dan yakinlah dengan keputusanku, yang mungkin akan menjadi sebuah tonggak sejarah dalam kematangan keluarga kita.
aku sayang kamu dan juga anak-anak ku. dan semua kembali kepada diri kita masing-masing. dan yang paling akhir dari harapan ini, aku serahkan semua dengan si-EMPU dari semua kehidupan kita. Allah SWT yang telah mempertemukan, menyatukan, menghadirkan kehidupan dalam keluarga kita.
aku sayang kamu….