Bagaimana mungkin bisa menatap istriku yang sedang terlelap tidur, juga ketika ku lihat anak-anakku terbuai dalam mimpinya??? Cium sayang buat mereka semua, sebagai salah satu anugrah terbesar yang telah di berikan kepadaku. Ya Allah… aku gak pernah bisa memaafkan diriku ini. …dan gak pernah terbayang jika masa lalu kami begitu penuh lika-liku, badai, prahara, bahkan pernah nyaris di ujung tanduk, telah membuka mata hati ini menjadi lebih tajam dalam menyikapi kerasnya kehidupan di keluarga kami.
…dan Allah berkehendak lain. Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya yang mampu menggerakan suatu roda kehidupan tanpa kebesaran-Nya. Demikian pula kehidupan di keluarga ku. Dan di setiap pergerakan segala sesuatu di dunia ini, ada kebesaran yang kadang hampir-hampir tak terlihat oleh kita. Kecuali kita mau untuk berfikir dan agak lebih mendalami segala sesuatu yang bergerak tersebut.
Pagi ini, kesadaranku tersentak lagi, kesadaran yang terbangun dari pembelajaran badai prahara yang pernah mendera keluargaku. Dibalik suatu prahara, tersimpan pesan-Nya akan pembelajaran tentang kehidupan. Pendewasaan. Juga keteladanan yang patut dipelajari. Dan mudah-mudahan badai itu benar-benar bisa menjadi tonggak sejarah di perjalanan keluarga kami. Terima kasih ya Allah, Tuhan keluarga kami. Juga Tuhan dari semua segala alam raya ini. ……” lailaha ilallah, muhammad rasul Allah“.
Ya Allah… jangan pernah kau lalaikan kami dengan segala cobaan yang Engkau berikan kepada kami.Jjadikanlah kami selalu dalam lindungan dan keselamatan-Mu ya Allah. Aku begitu menyayangi keluarga ini, maka jadikanlah keluarga kami ini untuk bisa menjadi tempat berlabuh kami yang ( mudah-mudahan) selalu di bawah lindungan dan ridho-Mu ya Allah.